Saturday, August 12, 2017

Gula Merah di Desa Candi



Desa candi sangat kaya akan hasil alam salah satu nya yaitu pohon siwalan. Di desa Candi pohon siwalan sagat mudah di jumpai hampir di setiap rumah warga memiliki pohon siwalan. Banyak sekali manfaat dari pohon siwalan, mulai dari buah siwalan, air siwalan,kayu siwalan bahkan daun siwalanpun juga dapat dimanfaatkan. 
Buah siwalan sangat nikmat dan yang pasti juga sangat bermanfaat bagi kesehatan. selain manfaat dari buah siwlana , air siwalan atau biasa di sebut legen juga bisa di manfaatkan, salah satunya yaitu dapat dimanfaatkan untuk membuat gula merah. Salah satu warga yang memproduksi gula merah yaitu pak Zairi. Pak Zairi mempunya usaha kecil- kecilan yaitu mebuat Gula merah dari air siwalan . Gula merah yang ada di Candi berbeda dengan gula merah pada umumnya karena rasa yang berbeda dengan gula merah lainnya. Selain itu gula merah di desa Candi terbuat dari air siwalan asli tanpa campuran apapun sehingga pembeli tidak perlu kawatir akan kwalitas dari gula siwalan. pak zairi biasa memasok gula merah hasil produksinya ke pasar candi. harganya pun sangat terjangkau yaitu gula merah dengan bentuk yang sanagt besar Rp.8000 per kilo gram, sendangkan gula merah dalam bentuk yang kecil kecil biasa di bandrol dengan harga Rp.10.000 per kilo gram. sangat murah bukan.

Friday, August 11, 2017

Masyarakat Madura dan Semangat Gotong Royong

Banyak orang yang mengakui bahwa orang Madura lebih memiliki rasa social yang lebih tinggi daripada orang kota. Hal ini bisa terlihat dari semangat gotong royong saat ada salah satu tetangga yang punya hajat. Misalnya ada tetangga yang akan membangun rumah, masjid, jalan, dan lain sebagainya. Rasa social yang dibangun orang Madura terutama di Desa Candi Kecamatan Dungkek ini menandakan bahwa mereka memiliki rasa simpatik yang besar terhadap sesamanya.
Di Candi, orang yang mempunyai hajat merasa bebannya sedikit berkurang saat tetangga selalu siap untuk membantunya. Dalam membangun rumah, misalnya jika semua tetangga membantu untuk menyelesaikan pembangunan, maka untuk berikutnya jika tetangganya juga membutuhkan bantuan, secara otomatis akan terpanggil untuk ikut membantunya walaupun tanpa diminta. Dan begitu seterusnya, orang yang ditolong akan merasa punya hutang kepada orang yang menolong.
Dalam kesehariannya, orang Candi memang punya kesibukan untuk menggarap sawahnya. Karena mayoritas orang Candi memang sebagai petani. Tetapi ditengah kesibukan itu, mereka pantang meninggalkan pekerjaannya di sawah demi membantu tetangga yang kebetulan punya hajat. Namun, jika memang tidak bisa dipaksakan untuk membantu, biasanta akan diganti oleh keluarganya yang lain untuk memberikan bantuan kepada tetangga tersebut.

Beda masalahnya jika ternyata tetangga ada orang yang tidak pernah membantu tetangganya. Karena kurang memiliki rasa social, misalnya tidak pernah mendatangi rumah tetangga untuk membantu kepentingannya, maka jangan harap suatu saat ada tetangga yang akan membantu ketika giliran ia mempunyai hajat. Begitulah orang Candi dalam bergotong royong harus ada timbale balik. Beda perkaranya jika yang dibangun adalah masjid, jalan, dan fasilitas umum lainnya. Maka dalam hal ini tidak ada timbale balik.  

Potensi alam Desa Candi


Potensi alam di desa candi, kecamatan dungkek, sumenep terbilang sangat kaya. Karena disetiap penduduk yang ada di wilayah tersebut kebanyakan memiliki pohon kelapa bahkan kebun kelapa masing masing, sehingga tidak heran bila kita melewati desa candi sepanjang jalan sangat banyak pohon kelapa. Penduduk setempat biasanya menjual buah kelapa tersebut di luar wilayah, mulai dari pamekasan, sampang,bangkalan bahkan wilayah pulau jawa. Tidak heran kelapa sumenep memang terkenal dengan rasanya yang lebih enak dari kelapa lainnya, selain itu harga pohon kelapa di wilayah ini sangat murah, kelapa muda hanya dihargai 3rb/buah. Selain itu juga penduduk setempat juga memanfaatkan serabut kelapa untuk membuat sapu, dan batok kelapa ataupun kulit kelapa biasanya digunakan penduduk setempat untuk bahan bakar masak mereka. Bahkan daunnya pun bisa dimanfaatkan juga untuk pembuatan atap rumah / gubuk kandang mereka. Harapan penduduk setempat ingin memajukan potensi penjualan kelapa agar lebih luas & desa candi menjadi lebih terkenal lagi dengan potensi kelapa yang ada.

Urgensi Pendidikan Bagi Desa Candi


Menurut Soelaieman, Pendidikan adalah suatu perbuatan atau tindakan yang dilakukan dengan maksud agar anak atau orang yang dihadapi itu akan menigkatkan pengetahuannya, kemampuannya, akhlaknya, bahkan seluruh pribadinya. Sedangkan Jean Praget mengatakan, pendidikan berarti menghasilkan atau menciptakan walaupun tidak banyak. Pendidikan adalah segala situasi hidup yang mempengaruhi pertumbuhan individu sebagai pengalaman belajar yang berlangsung dalam segala lingkungan dan sepanjang hidup. Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa urgensi pendidikan merupakan suatu hal yang penting untuk dilakukan dalam perbuatan atau tindakan yang dilakukan dengan maksud agar anak atau orang yang dihadapi itu akan menigkatkan pengetahuannya, kemampuannya, akhlaknya, bahkan seluruh pribadinya, tak terkecuali bagi Desa Candi,Kecamatan Dungkek Kabupaten Sumenep.
Di Desa Candi Kec.Dungkek, lebih tepatnya di Ds.Poja I, Pendidikan merupakan suatu hal yang sangat penting bagi anak-anak mereka bahkan sejak mereka dalam kandungan. Seperti hal nya di Yayasan Pondok Pesantren Al- Kirom, para anak-anak di Desa Candi mulai mengenyam pendidikan sejak usia 4 bulan, lebih tepatnya di lembaga PAUD Al-Kirom. Bahkan untuk beberapa waktu kedepan pengasuh Pesantren al-kirom berfikir untuk memberikan pendidikan kepada anak yang masih dalam kandungan,yakni terhadap ibu-ibu yang sedang hamil tentunya dengan metode-metode tertentu seperti membuat para ibu hamil membaca ataupun mendengarkan sesuatu yang diharapkan memberikan pengaruh baik terhadap kecerdasan otak anak.
Masyarakat Desa Candi menganggap bahwa belajar dari usia yang sangat dini dapat memberikan efek yang besar terhadap pola piker anak. Terbukti dengan diterapkannya pembelajaran seperti itu memberikan pengaruh positif terhadap anak, anak yang mengikuti pendidikan sejak dini memiliki kemampuan yang lebih dari pada anak lain seusianya yang tidak mengikuti pembelajaran sejak bayi.

Tentu pola pendidikan di Desa Candi Kec.Dungkek Kab.Sumenep ini memberikan sebuah hal yang positif terhadap perkembangan anak yang mana akan menjadi generasi penerus Desa Candi tersebut, bahkan bukanlah suatu hal yang tidak mungkin bahwa Desa Candi akan menjadi jauh lebih berkembang bahkan menjadi desa yang maju dari pada desa lainnya pada generasi selanjutnya. Tidak hanya untuk Desa Candi, bahkan mungkin juga akan menjadi contoh bagi desa lain yang ada di Sumenep maupun seluruh Nusantara.

Friday, August 5, 2016

Pelatihan Pembuatan Pakan Ternak Fermentasi Berkonsentrat - Desa Candi

Pakan adalah bahan makanan tunggal atau campuran, baik yang diolah maupun yang tidak diolah, yang diberikan kepada hewan untuk kelangsungan hidup, berproduksi dan berkembang biak. Pakan ternak adalah bahan makanan yang dapat dimakan, dicerna atau dikonsumsi oleh ternak. Pakan ternak yang baik adalah pakan yang dapat memberikan seluruh kebutuhan nutrisi secara tepat. Pakan yang berkualitas akan sangat mendukung peningkatan produksi maupun reproduksi ternak. Berdasarkan jenisnya pakan ternak terbagi menjadi tiga yaitu: hijauan, konsentrat dan suplemen.
Pembuatan pakan ternak berkonsentrat merupakan suatu usaha pencampuran bahan pakan yang bertujuan untuk mencukupi kebutuhan zat-zat makanan terutama vitamin dan mineral. Pemberian pakan konsentrat yang berkualitas tinggi akan mempercepat pertumbuhan hewan ternak karena pakan konsentrat mudah dicerna dengan baik sehingga pertumbuhan dan berat badan yang diharapkan dapat tercapai dalam waktu yang singkat.
Fermentasi adalah proses yang memanfaatkan kemampuan mikroba untuk menghasilkan metabolit primer dan metabolit sekunder dalam suatu lingkungan yang dikendalikan. Fermentasi merupakan proses pengubahan bahan organik menjadi bentuk lain yang lebih berguna dengan bantuan mikroorganisme secara terkontrol. Beberapa manfaat atau keuntungan yang dapat diperoleh dari proses pembuatan pakan melalui proses fermentasi yaitu : menghilangkan atau mengurangi zat antinutrisi, meningkatkan kandungan nutrisi, meningkatkan kecernaan, menaikkan tingkat kesehatan dan lebih menyehatkan, dan dapat menaikkan waktu simpan, tahan lama dan awet.
            Berdasarkan hal tersebut, kelompok KKN 56 Universitas Trunojoyo Madura tahun ajaran 2015-2016 memberikan penyuluhan sekaligus praktek pembuatan pakan ternak fermentasi berkonsentrat di desa Candi, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep. Hal ini di lakukan karena rata-rata masyarakat di desa Candi adalah petani yang juga memelihara hewan ternak seperti kambing dan sapi. pelatihan pembuatan pakan ternak fermentasi berkonsentrat adalah inovasi baru khususnya bagi masyarakat dalam memelihara hewan ternak. cara pembuatan pakan fermentasi ini adalah dengan mencampur pakan asli hijauan atau jerami (limbah pertanian) dengan pakan tambahan seperti dedak atau gilingan jagung dan juga di tambah dengan EM 4, tetes tebu dan urea. Setelah semua bahan di campurkan lalu di simpan dalam tong kedap udara karena dalam proses ini di butuhkan penyimpanan tanpa oksigen (anaerob). Setelah 4-6 hari, hasil fermentasi ini bisa di buka. Proses fermentasi bisa dikatakan berhasil jika. Hasil dari fermentasi pakan ternak ini bisa di simpan dalam kurun waktu 3-6 bulan, jadi ini membantu jika saat musim kemarau tiba. Tujuan fermentasi pakan ternak ini agar pakan tersebut mudah dicerna oleh ternak karena pakan ternak yang telah di fermentasi akan mengurangi beban kerja rumen ternak. Selain itu pakan ini juga bergizi untuk hewan ternak sehingga dapat membantu penggemukan hewan ternak dalam waktu yang cukup singkat.

Potensi Siwalan – Desa Candi

Tentunya kita sudah tidak asing lagi dengan nama Siwalan atau orang Madura menyebutnya dengan nama Ta’al. Disepanjang jalan menuju ujung timur Madura sudah di jumpai begitu banyak pohon kelapa yang menjulang tinggi keatas. Siwalan atau ta’al merupakan buah dari pohon siwalan atau ta’al yang dapat dimanfaatkan mulai dari buahnya hingga airnya.
Di Desa Candi kecamatan Dungkek dapat kita jumpai banyak pohon siwalan atau ta’al terlebih di Dusun Gunung I dan Dusun Gunung II. Di dua Dusun tersebut kita bisa mendapatkan banyak buah Siwalan atau ta’al secara cuma-cuma hanya dengan memanjat sendiri pohon siwalan atau ta’al yang ada di sekitar dusun tersebut.
Siwalan dapat kita nikmati hanya pada musim tertentu saja, biasanya musim siwalan ada tergantung pada pertumbuhan siwalannya sendiri. Siwalan merupakan salah satu mata pencaharian masyarakat yang hidup di Dusun Gunung I dan Dusun Gunung II. Biasanya mereka memanfaatkan air dari buah siwalan untuk dijual dalam bentuk la’ang dan juga di olah menjadi Gula. Hasil dari olahan tersebut dijual dipasar, di rumah ataupun di pinggir jalan.
Namun, sayangnya masyarakat hanya memanfaatkan air dari buah siwalan atau ta’al tersebut, buahnya dibiarkan begitu saja tanpa ada pengolahan seperti pada air buah siwalan. Kebanyakan buah siwalan atau ta’al di ambil orang-orang yang ada di kecamatan Batang-Batang untuk di jual ataupun di olah menjadi aneka makanan yang menarik.
Masyarakat yang memanfaatkan air dari buah siwalan biasanya mengolahnya menjadi gula dengan cara di rebus hingga airnya berubah menjadi padat seperti layaknya gula. Sedangkan mengolah air siwalan untuk menjadi la’ang biasanya hanya di rebus beberapa menit dan di biarkan agar la’ang tersebut tahan beberapa hari.
Dari hasil penjualan la’ang dan Gula itulah masyarakat bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Gula yang terbuat dari air siwalan biasanya di jual dengan harga 14.500 per Kilonya sedangkan la’ang dijual 3rb per botolnya. (pus/56/Adr)

Pasar Terbesar Kedua di Sumenep - Desa Candi

Pasar adalah tempat bertemunya penjual dan pembeli untuk melakukan suatu transaksi . Di Kecamatan Dungkek terdapat pasar terbesar ke-dua se Kabupaten Sumenep lebih tepatnya terletak didesa Candi. Pasar Candi ini menyediakan berbagai keperluan rumah tangga seperti sembako, ikan, sayur mayur, buah-buahan, pakaian berbagai usia dari anak-anak hingga dewasa, perlengkapan rumah tangga bahkan terdapat penjual emas sekalipun.
Pasar ini beroperasi setiap hari dimulai pada pukul 08.00 WIB pagi hingga pukul 12.00 WIB. Masyarakat yang berlalu lalang di sepanjang jalan menuju pasar Candi bukan hanya masyarakat dari Desa Candi. Namun, dari berbagai masyarakat yang ada di sekitarnya juga berdatangan untuk mencari dan membeli kebutuhan yang diperlukan.
Pasar Candi merupakan salah satu kekayaan yang dimiliki oleh Desa Candi karena dengan adanya Pasar terbesar kedua yang terletak di Desa Candi maka menjadikan Desa Candi dikenal oleh masyarakat luas. Keberadaan pasar Candi sangat bermanfaat bagi masyarakat yang hidup di daerah ujung pulau Madura ini karena tidak banyak pasar terdekat yang tersedia setiap harinya. Meskipun ada pasar terdekat yang buka, pasar tersebut hanya ada pada pukul 07.00 WIB sampai pada pukul 08.00 WIB.
Para pedagang yang beroperasi di Pasar Candi biasanya mengambil barang setiap tiga hari sekali ke Surabaya sehingga nilai jual yang ditawarkan pun bisa di bilang terjangkau karena selisih nilai jual hanya berkisar beberapa dari nilai harga pada umunya. (pus/56/Adr)

Saturday, July 23, 2016

Karapan Burung Dara - Desa Candi

Apa yang akan anda pikirkan ketika ada seseorang yang menyebut kata “Karapan Sapi?” yaps , pasti anda akan memikirkan pulau dimana karapan sapi itu berasal yakni pulau Madura. Banyak orang yang tidak mengetahui bahwa di pulau garam ini tidak hanya terdapat karapan sapi saja namun terdapat juga karapan-karapan yang ain seperti karapan burung dara .

Karapan burung adalah salah satu jenis permainan yang di gandrungi oleh kaum adam di Madura. Karapan burung dara ini adalah permainan lintas usia alias dapat dimainkan oleh usia berapapun , bukan hanya bapak-bapak ataupun remaja namun anak kecil pun menekuni hobi karapan burung dara dan mereka juga tidak mau ketinggalan untuk mengikuti acara yang biasanya di lakukan di tanah lapang pada sore hari itu.
Cara bermain permainan karapan burung ini hampir sama dengan permainan adu burung yang terdapat pada tempat-tempat lainnya yakni dengan melepaskan salah satu pasangan burung dara dan ketika pasangan sudah terdapat pada jarak tertentu, pasangan yang lain dipegang oleh sang pemilik burung. Burung dara yang paling cepat kembali kepada pasangannya akan menjadi pemenang lomba.
 Animo masyarakat Desa Candi terhadap permainan ini sangat tinggi, apalagi ketika ada event karapan burung dara yang di adakan oleh beberapa warga dan mendapatkan dukungan oleh kepala desa setempat.